Sepeda, sekarang menjadi transportasi dalam kota favorit
saya, jika masih di dalam kota, saya usahakan untuk pergi dengan kendaraan roda
dua ini, bahkan saya pernah berjalan dengan jarak sekitar 20 km dengan sepeda.
Bahkan bisa lebih dengan tujuan tertentu pulang balik. Tidak menakcupkan,
karena saya tau banyak orang yang mampu melakukan lebih dari saya. Dan saya
senang menjadi salah satunya.
Sepeda menjadi teman saya sekarang, teman pembebasan. Banyak
hal yang jika saya pikir kembali lebih bebas dilakukan dengan sepeda, daripada
dengan kendaraan lain, atau dari pada berjalan kaki. Mulai dari alasan
kesehatan, kemanusiaan, sampai keuangan.
1.
Sehat, pastinya, saya siapapun juga tau bahwa
sepeda cukup membakar kalori. Khususnya dengan jarak tertentu dan dilakukan
dengan rutin. Otot kaki, paha, betis, bergerak terus menerus, perut juga
terbentuk, tanganpun juga ikut terlatih menahan keseimbangan, dan keseimbangan
tubuhpun juga terlatih, nafas menjadi lebih panjang karena mendayung dengan
waktu panjang juga membutuhkan pernapasan yang baik. Bayangkan sekarang banyak
orang yang kurang memiliki aktifitas fisik, gejala obesitas, juga
penyakit-penyakit yang biasa mengikutinya. So, bersepedalah. Itu bisa jadi
solusikan?
2.
Coba perhatikan, perbandingan jumlah kendaraan
bermotor dengan pohon yang bisa kamu temui dijalan raya? Bandingkan jumlah
penduduk kota ini. berapa banyak emisi, dan karbon yang dihasilkan di kota ini
dari tiap kendaraan yang dihasilkan. Kemudian kita hirup. Memang kita tahu
pohon dan tumbuhan akan mengubah karbon menjadi oksigen dari fotosintesis, tapi
apa cukup? Saya hanya mengurangi satu dari dampak tersebut, jika kemudian akan
banyak orang yang mengikuti. Bayangkan berapa banyak udara kotor yang berkurang
dari tiap kendaraan. sekali-kali jika kamu tinggal di kota besar, cobalah ikut
Car free day, dan bayangkan bedanya dengan udara yang kau hirup di hari yang
sama.
3.
Bijak subsidi, saya sadar, bahwa selama ini BBM
yang saya isi ke kendaraan bermmotor di rumah saya itu disubsidi oleh pemerintah.
Dan saya pakai kemudian untuk aktifitas kerja, atau kegiatan tertentu yang
memudahan seperti angkat barang atau menjemput keluarga, bisa juga berkendara
dengan lebih dari satu orang. Pokoknya sesuatu yang sulit saya lakukan dengan
sepeda. Banyak yang tidak sadar bahwa BBM sebenarnya harganya cukup tinggi jika
tidak di subsidi, tapi pada sadar saat subsidi dikurangi, atau dicabut, lalu
pada protes, pada ngeluh. Coba-coba ingat, selama ini kalian mengisi bbm untuk
apa, berkendaraan kemana? Fosil yang dihasilkan jutaan ribu tahun itu kalian
pakai buat apa?. Apasudah tepat guna kah subsidi Beberapa waktu lalu sebuah
negara di amerika latin mengalami deficit parah sampai, sampai uang kertas
mereka hampir tidak ada harganya. Dan semua itu akibat subsidi pemerintah.
Pemerintah negara tersebut kini mengalami banyak hutang akibat subsidi untuk
rakyatnya. Rasanya tidak masalah jika subsidi diberikan, asal tepat guna, dan
rakyatnyapun bijak menggunakan.
4.
Minim cost, berapa biaya yang kamu keluarkan
untuk kendaraan kamu setiap tahun?, BBM, Service, Pajak, dorsmeer? Belum lagi mengurus
surat izin berkendara, dan beban makin besar jika kendaraan kamu kredit. Engga
murah memang. Dan jika ditambah biaya tidak terduga? Kecelakaan, atau kamu
ditilang?. Coba hitung?. Oke, abndingkan dengan sepeda. Mari kita coret banyak
hal, coret bensin, pajak, sim, tilang, servis dan dorsmeer bisa kamu lakukan
sendiri. berapa banyak yang bisa kamu hemat. Tidak masalah memiliki kendaraan
bermotor, tapi jika digunakan lebih bijak dengan kebutuhan, kendaraan bisa
mendatangkan keuntungan juga kan. Bukan hanya cost.
5.
Hidup lebih baik, suatu kali saya dan
teman-teman naik Mobil Online menuju salah satu mall, kita banyak cerita dengan
sang driver, soal polisi, dan tilang, tempat menarik, dan juga kemacetan. Sang
supir sempat bercerita bahwa salah satu cara meengurangi kemacetan dan hidup di
jalan lebih baik adalah seperti orang Jepang, bersepeda, atau dengan
transportasi umum. “Kan susah pak” kata salah seorang teman saya. “bukan susah,
tidak biasa”. Jika kita mengambil contoh dari beberapa negara maju, ada
kecendrungan masyarakatnya lebih menyukai sepeda, atau sepatu roda, dan
sebagainya. Mungkin juga karena terpaksa, karena biaya parkir kendaraan pribadi
yang sangat mahal. Tapi cukup efektif menciptakan kondisi jalanan yang lebih
ramah. Bahkan untuk pejalan kaki, dan sadar atau tidak kendaraan bermotor yang
sangat banyak juga merenggut hak-hak orang lain.
Dari sepeda, saya menyadari banyak
hal, saya mendapat banyak hal, dan saya terbebas dari banyak hal. Banyak hal
yang ingin saya lakukan dengan sepeda, salah satunya, ingin mencoba batas diri
saya sejauh mana saya mampu mengayuh. Jika mampu, melintasi kota, melihat
tempat-tempat baru, mencari teman baru. Mungkin berkeliling Indonesia. Cukup
menari jika difikirkan. Mungkin suatu hari nanti. Siapa tau. Yakini saja nanti
pasti bisa.

0 Comments