Awal bulan februari ini sebenernya diantara kerjaan dan sakit aku sempat untuk nonton satu film di Bioskop. Yah, cukup hipe lah, walau engga terlalu ngerti kenapa film ini bisa hype banget. Aku sendiri bisa nyangkut buat nonton film ini karena diajak pacar waktu itu. Setelah seminggu penayangan dibioskop akhirnya ada waktu juga buat nonton, dan itu pun kami dapet tiket di waktu malam, karena cari waktu di sore atau udah full, XXI Millenium sendiri yang rumahnya paling dekat dengan saya padahal sudah menyediakan tiga studio, harap dimaklumi juga, karena selama masa covid ini sejak bioskop buka kursi yang tersedia juga dikurangi.
Judul film tersebut adalah Kukira Kau Rumah, Hal yang membuat saya tertarik untuk pertama kali dengan film ini adalah judulnya. Sama persis dengan sebuah single hits salah satu band indi yang bernama Amigdala. sekitar dua tahun lalu saya suka mendengar lagu ini, dan pernah masuk playlist wajib di malam-malam tertentu saat malam atau liburan.
Sinopsis :
PRAM (Jordy Pranata), seorang pemuda yang kesepian, yang tak dapat bentuk rasa "kasih" dari kedua orang tuanya. Kekosongannya ia isi dengan menciptakan lagu-lagu bagus yang tak pernah didengar siapapun. Sampai kemudian, Pram yang bekerja di sebuah kafe music untuk membuatnya bisa mendapatkan jatah manggung, bertemu dan berkenalan dengan NISKALA (Prilly Latuconsina) , seseorang yang berbeda dari wanita-wanita lainnya dan Niskala juga benar-benar "mendengarnya" benar-benar mendengarnya, namun Pram belum mengetahui bahwa Niskala merupakan ODB (orang dengan bipolar). Namun semenjak Pram akrab dengan Niskala, Niskala jadi menabrak semua aturan yang telah disepakatinya dengan MELA(Unique Priscilla) , ibunya. Semua terasa benar sampai Ketika Pram melihat Niskala diberikan obat penenang oleh IBU dan sahabat niskala, Pram pun baru tahu kalau selama ini, Niskala diam-diam dari ayahnya yang protektif untuk melakukan aktifitasnya sosial dan meraih cita-citanya. Pram dan Niskala adalah dua pemuda yang sama-sama berharap suaranya "Didengar", di dalam segala ketidakseimbangan hidup mereka, mereka menemukan keseimbangan itu saat saling mengisi satu sama lain.
Di awal film saya menemukan bahwa film ini cukup menarik, khususnya dari narasi yang dibangun Pram tentang Niskala.
“Namanya Niskala, dia percaya bahwa dia bisa terbang, yang menarik dari Niskala itu senyumnya, senyumnya bisa menular, tapi bukan hanya senyumnya, tangisnya juga”
Yah, saya sedikit lupa bagaimana detail dari dialog ini, tapi dialok ini memberi kesan yang bagus di awal film. Secara keseluruhan alur film ini gampang ditebak, dan bagaimana formulasi tiap karakter menciptakan certa yang kuat menurut saya, Prilly sendiri sebagai Niskala mampu membuat chemistry dengan Jordy yang menurut saya juga masih baru saya kenal sebagai actor utama walau sebelumnya, mungkin ini lah kemampuan Prilly yang hampir tiap drama dan film selalu mampu membuat chemistry dengan lawan main. Walau demikian entah kenapa saya lebih menyukai karakter Dinda (Shenina Cinnamon)disini, salah satu dari dua teman dekat Niskala selain Octavianus (Laim Waode). Belakangan saya baru tahu kalau Shenina merupakan pemeran utama dari film Penyalin Cahaya 2021 dan juga mendapat Nominasi pemeran utama wanita terbaik piala Citra 2021. Film ini cukup menyenangkan untuk ditonton walau membuat mood naik turun, yah saya rasa cukup wajar secara ini adalah film bergendre drama, cukup bangga dengan Umay Shihab yang saya kira cukup muda tapi mampu membuat film ini cukup sukses, dan juga ending yang mencengangkan.
Sampai jumpa lagi di bioskop.
Beberapa waktu lalu pemerintah telah memberi pengumuman bahwa akan Covid-19 akan
menjadi endemi, yang artinya bahwa nantinya kita akan berdampingan dengan virus
corona, karena menganggap bahwa rakyat kita nantinya akan mampu mengendalikan
perkembangan virus tersebut. Walau demikian bukan berarti kita mulai
melonggarkan proteksi kita untuk saling menjaga ya. Di Indonesia sendiri saat
ini kasus baru covid-19 banyak bermunculan, meskipun beberapa waktu lalu sempat
melandai pada bulan ini kembali meningkat tajam, banyaknya varian baru dari
Covid-19 yang terus bermutasi, khususnya Omicron membuat kita harus semakin
menjaga diri untuk mencegah penyebaran wabah ini.
Banyak teman dan kerabat saya
beberapa waktu ini, mengeluh tidak enak badan, dan demam ketika dicek ternyata
hasilnya positif. Dan saya pun beberapa waktu lalu juga merasakan gejala yang
sama, sehingga saya memuutuskan untuk bedrest selama beberapa hari sampai demam
dan flu saya hilang selama saya tidak bekerja, dengan demikian cara saya juga
mencegah penyebaran dari virus ini.
Tetapi hal tersebut tidak selalu
dapat saya lakukan, karena banyak pekerjaan saya yang mengharuskan saya untuk
berinteraksi di luar rumah, bahkan harus keluar kota bersama rekan-rekan
sejawat. Untuk itu kami selalu memakai masker dan sering mencuci tangan agar
tidak mudah tertular dari virus.
Buat saya sendiri hal tersebut
saya rasa tidak cukup, buktinya saya dan teman saya tetap saja jatuh sakit
setelah kembali dari luar kota. Untuk itu saya perlu perlindungan lebih,
khususnya dari dalam tubuh agar penyakit tidak mudah menyerang ke tubuh
kembali.
Memang penggunaan obat-obatan
kimia sering saya gunakan sebagai solusi cepat, tetapi agar menjaga kondisi
tubuh lebih baik, ibu saya selalu mengajarkan saya untuk meminum madu dan
juga ramuan-ramuan herbal dari dapur sendiri seperti, jahe, sereh, kayu manis,
dan lain-lain untuk menjaga daya tahan tubuh agar lebih baik dan menghindari dampang jangka panjang dari bahan kimia.
Madu memang sedari dulu dikenal
dengan banyak manfaat bagi tubuh, cairan kental yang berasal dari lebah dan
memiliki rasa manis ini memiliki banyak senyawa aktif yang baik bagi tubuh.
Seperti dikutip dari alodokter Di
samping gula yang membuatnya terasa manis, madu mengandung banyak sekali
senyawa aktif, seperti vitamin A (retinol), vitamin E (tocopherol),
vitamin K, vitamin B kompleks, vitamin C, serta flavonoid, asam fenolik, dan
karotenoid. Kandungan tersebut juga terdapat pada produk lain yang
dihasilkan lebah, seperti bee pollen. Selain
itu, manfaat madu yang bisa kita peroleh adalah:
1. Menangkal radikal bebas
Senyawa fitonutrien dan sejumlah
vitamin pada madu merupakan antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas
berlebih dalam tubuh. Khasiat madu ini sangat berguna untuk mencegah kerusakan
sel dan jaringan tubuh yang disebabkan oleh aktivitas oksidasi.
2. Meningkatkan imunitas tubuh
Senyawa fitonutrien yang terkandung dalam madu dapat memperkuat sel-sel
imun dalam tubuh. Hal ini tentunya akan memperkecil kemungkinan terjadinya
penyakit infeksi. Ditambah lagi, madu juga diketahui memiliki khasiat sebagai
antibakteri dan antijamur.
3. Meredakan batuk
Rasa madu yang manis dapat memicu
produksi air liur untuk melembapkan tenggorokan yang kering sehingga mengurangi
rasa gatal di tenggorokan dan keinginan untuk batuk. Selain
itu, berbagai antioksidan pada madu juga bermanfaat untuk meredakan peradangan
yang bisa memicu batuk.
4. Mempercepat penyembuhan
luka
Sudah banyak penelitian yang
menyebutkan bahwa madu sangat efektif dalam mempercepat penyembuhan luka.
Madu atau produk yang mengandung madu, misalnya beeswax, diketahui dapat membantu menyingkirkan
jaringan yang mati, membunuh bakteri yang ada pada luka, dan merangsang
pembentukan kulit baru untuk menutup luka.
Jenis-jenis luka yang mungkin
bisa disembuhkan oleh manfaat madu adalah luka bakar, lecet, luka bekas gigitan nyamuk, dan luka diabetes. Namun, perlu diingat bahwa madu yang bisa
digunakan adalah madu yang terjamin steril.
5. Menjaga kesehatan sistem
pencernaan
Sejumlah penelitian menyebutkan
bahwa madu juga merupakan prebiotik, sehingga dapat mendukung pertumbuhan bakteri
baik di dalam usus. Sifat madu ini dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan
sistem pencernaan.
6. Menjaga kesehatan jantung
Senyawa fitonutrien pada madu
diduga bisa meningkatkan kesehatan jantung dengan cara melancarkan aliran darah
dan mencegah terbentuknya aterosklerosis.
Beberapa penelitian juga telah membuktikan bahwa madu dapat menurunkan tekanan
darah serta kadar kolesterol jahat dan lemak dalam darah.
Tidak sulit sebenernya mencari
madu di Medan ini, tapi tetap kita perlu untuk memilih produk madu terbaik
menurut kita, karena tidak jarang berita tentang madu yang telah dicampur dan
tidak alami. Kalau saya saat ini menggunakan madu Al-hafizh, karena madunya
merupakan madu hutan yang berasal dari hutan sumatera. Madu Al-Hafizh berasal
dari lebah Apis Dorsata, jenis lebah liar yang sampai saat ini belum bisa
diternakkan, lebah ini di sumatera biasa tinggal di pohon Sialang yang tumbuh
di hutan sumatera dengan ketinggian bisa mencapai ratusan meter dan berdiameter
hingga dua meter.
| Madu Al-Hafizh, madu asli dari hutan Sumatera |
Untuk meningkatkan daya tahan
tubuh dan mengurangi gejala covid 19 saya sendiri mempunyai resep yang biasa
ibu saya buat untuk saya. Selain dinikmati langsung saya biasa menikmati madu
dengan air rebusan Jahe, dan juga kayu manis. Caranya potong-potong atau parut
sekitar dua centimeter jahe, lalu rebus dengan kayumanis hingga mendidih,
setelah itu disaring dan seduh di gelas, campur sekitar satu sendok makan madu Al-Hafizh
agar memberi rasa manis juga menambah khasiat
minuman, jahe dan kayu manis sendiri dipercaya dapat memberi rasa hangat
di tubuh dan mencegah perkembangan bakteri dan virus, jadi ramuan ini sangat
cocok untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita. Oh ia, biar tambah segar bisa
ditambah dengan sedikit air lemon ya. Silahkan dicoba.
| Teh jahe dan kayu manis yang dicampur madu peningkat imun. |
Oh ia, buat kalian yang mau pesan
madunya bisa cari alamatnya di sini
Kalo mau pesan bisa klik ke abang
Adminnya di sini.
Trailer Invisible Hopes 2021
Pada akhir
januari ini akhirnya saya menyempatkan untuk menulis lagi setelah sekian lama
lalai dengan laman ini. bukan karena terlalu sibuk juga, tapi emang rasa malas
dan pikiran yang terlalu liar dan tak mampu menyingkronkan dengan tubuh.
Untuk pembuka
tahun ini saya ingin menceritakan pengalaman menonton sebuah film yang tidak
biasa. Bagaimana tidak, saya merupakan sedikit orang yang berkesempatan
menonton sebuah film dokumenter di layar lebar. Karena biasanya jenis film ini
hanya diputar pada layar-layar proyektor di acara-acara komunitas dan diskusi.
Tapi berkat kesempatan yang diberikan teman-teman akhirnya saya mendapatkan kesempatan
berharga ini. Film dokumenter yang saya saksikan tentu saja bukan film documenter
biasa, karena merupakan film pemenang piala Citra FFI 2021.
Penghargaan Film Invicible Hopes di FFI 2021
Invisible Hopes, begitu judul
yang mungkin bisa kalian cari jika penasaran dengan film ini. film ini
merupakan gambaran bagaimana anak-anak yang lahir dan di dalam rumah tahanan.
Film yang diproduseri dan
disutradarai wanita berdarah batak yaitu kak Lamtiar Simorangkir. Adegan-adegan
dalam film ini di ambil di Rumah tahanan Wanita Pondok Bambu Jakarta Timur.
Dimana adegan dibuka dengan wawancara dan pengalaman seorang narapidana wanita
yang membantu temannya sesama narapidana melahirkan di penjara.
Film ini dibagi menjadi dua
bagian, dan berdurasi 1 Jam 45 Menit. Pada bagian pertama kita di ajak pada kisah narapidana-narapidana waita
yang berada di blok A dimana dalam satu ruangan terdapat beberapa wanita yang
tinggal dalam 1 ruangan, dan di dalam ruangan tersebut terdapat beberapa wanita
hamil, dan juga terdapat bayi yang merupaka anak yang lahir di dalam rutan atau
yang lahir selama ibu-nya menjalani masa tahanan.
Sepanjang adegan pada bagian
pertama ini kita bisa melihat bagaimana kondisi asli di dalam rutan tersebut,
dan juga bagaimana kehidupan para narapidana wanita di Rutan Pondok Bambu. Mulai dari kondisi dalam
ruangan, sampai fasilitas yang ada di dalam rutan. Kita akan melihat bagaimana
anak-anak yang baru lahir dari ibu yang masih menjalani masa hukuman tersebut
dirawat seadanya tidak hanya oleh ibu mereka tapi juga para penghuni lain dalam
blok tersebut.
Dalam film dokumenter tersebut terlihat
bagaimana wanita-wanita tersebut berjuang membesarkan buah hati mereka meski
tanpa suami yang mendampingi, dan harus menjalani hidup berhimpitan dalam satu
blok penjara. Dalam cerita diceritakan dalam satu blok tersebut terdapat 15
narapidana wanita dan tiga bayi. Meski
menceritakan keadaan yang sebenarnya dalam rutan, cerita berfokus pada beberapa
karakter yang kebetulan sedang hamil tua, dan juga baru saja melahirkan, juga
anak-anak yang baru saja dilahirkan di dalam penjara.
Banyak permasalahan yang
sebenernya ingin diangkat, khususnya tentang kesejahtraan wanita hamil dan anak
mereka. dari film tersebut kita mengetahui bahwa anak yang lahir dari Ibu-ibu
yang sedang menjalani masa hukuman ini tidak menerima bantuan atau dirawat oleh
negara. Meskipun narapidana didalam penjara mendapat makan dan penghidupan,
tetapi biaya perawatan dan persalinan juga anak-anak yang lahir dan dibesarkan
disini tidak ditanggung oleh negara. Dalam beberapa adegan kita akan melihat
bahwa napi-napi ini harus memabayar secara mandiri biaya persalinan, chek-up
dan pengobatan anak-anak mereka sendiri, walau ada staf-staf rutan yang
membantu membawa mereka keluar ke rumah sakit rujukan. Bahkan dalam satu kasus
yang ditunjukan dalam film tersebut seorang narapidana bebas dini untuk melahirkan
diluar penjara, karena ibu tersebut beresiko untuk melahirkan normal, dan juga
kekurangan biaya untuk operasi persalinan.
Pada bagian kedua film ini
menggambarkan anak-anak balita yang besar di dalam penjara, mereka tumbuh dengan
baik, walau seperti yag dijelaskan sebelumnya tidak ada bantuan langsung karena
mereka bukan tanggungan lembaga pemasyarakatan, tetapi ibu-ibu mereka mampu
membesarkan anak-anak mereka dengan bantuan yang datang atau dari donasi,
dibagian ini juga diceritakankeluh kesah dan ketakutan mereka mengapa mereka
tidak memberikan anak mereka ke kerabat mereka diluar penjara, dan juga harapan
para napi yang memiliki anak ini untuk mendapatkan fasilitas yang lebih baik
dan bantuan untuk anak-anak mereka.
Diakhir cerita, kita
diperlihatkan bagaimana akhirnya anak-anak yang masih balita ini akhirnya
dipisahkan dari ibu kandung mereka dengan dititip atau di jemput oleh kerabat
mereka yang berada diluar penjara.
Film Invisible Hopes sendiri,
dikatakan sebagai film pertama yang menggambarkan bagaimana kondisi anak yang
dibesarkan di dalam penjara, dan bagaimana kehidupan wanita yang membesarkan
anak di dalam penjara. Dalam pemutaran film tersebut anak-anak yang dijemput
oleh keluarganya pun menghadapi masalah lain setelah keluar dan dipisahkandari
ibu kandung mereka.
Film ini diharapkan agar nantinya terdapat kebijakan yang berpihak dan melindungi anak-anak yang terlahir di dalam penjara. Karena kasus anak yang lahir di dalam penjara hampir tenjadi di seluruh Indonesia. Mereka menghadapi banyak masalah mulai dari kesehatan, gizi, sampai mental, karena tak jarang menjadi pelampiasan dari orang tua mereka.
Kepada penonton film ini produser
dan sutradara film ini yaitu Lamtiar Simorangkir berpesan dan berharap untuk
mampu membantu anak-anak tersebut, minimal tidak memberi stigma buruk pada
mereka.
Review dan Sinopsis : Red Notice , Saat Dwayne Jhonson, Ryan Reynold dan Gal Gadot saling Beradu
02.12
Pada akhir tahun lalu yaitu sekitar 2021 saya sempat
menonton dua film yang cukup menghibur menurut saya. Alasansaya menonton kedua
film tersebut karena dibintangi oleh dua orang bintang yang cukup saya sukai. Film
tersebut adalah Jungle Cruise yang dibintangi Dwayne Jhonson, dan juga Free Guy
yang dibintangi Ryan Reynold. Keduanya tentu saja sangat dikenal dalam film-film
aksi komedi, khususnya Ryan yang sangat membekas dihati penggemarnya di
Deadpool.
Dari kedua film tersebut terus terang saya lebih menyukai Free Guy karena konsep ceritanya, yaitu tentang NPC (Non Player Caracter) yang tiba-tiba berubah dan memiliki keinginan
sendiri diluar konsep permainan di dunia-nya. yah, mungkin lain waktu bisa kita
bahas keseruan film ini, tapi kali ini yang ingin saya ceritakan adalah sebuah
film Netflix dimana kedua actor ini bertemu, dan ditambah dengan si cantik “Wonder Woman” Gal Gadot,
saya rasa film ini cukup bisa menghibur para fansnya.
Adegan Red Notice : Saat Nolan (Ryan Reynold) dan Jhon (Dwayne Jhonson) bekerja sama mengalahkan The Bishop (Gal Gadot)
Sinopsis :
Red Notice/ permintaan kepada penegak hukum di seluruh
negara dunia untuk membantu mencari dan menangkap seseorang untuk sementara
waktu hingga dilakukan ekstradisi ke negara yang mengirimkan permintaan.
Red Notice bercerita
tentang Agen Jhon Hartley (Dwayne Jhonson) seorang agen khusus FBI yang
mengejar pencuri Telur Emas Cleopatra, Nolan Both (Ryan Rainold). Dimana diceritakan
terdapat tiga telur emas Cleopatra sebagai bukti cinta Kaisar Mark Anthony pada
zaman dahulu. Agen Jhon berhasil menangkap Nolan atas informasi dari The Bishop
(Gal Gadot), tapi kemudian dia di jebak oleh The Bishop dan di Jebloskan oleh
Interpol ke penjara yang sama dengan Nolan. Dari sini Agen Jhon, dan Nolan
berusaha bekerja sama untuk mengejar The Bishop dan mengumpulkan ketiga telur
cleeopatra, dengan tujuan yang berbeda. Jhon untuk membersihkan namanya, sedang
Nolan untuk merebut kembali posisinya sebagai pencuri nomer satu di dunia.
Film ini mengambil
beberapa seting mulai dari Venice, Rusia, Argentina, juga Bali (Indonesia),
walau engga jelas lokasi indonesianya, tapi atribut Swat hingga mobil pasukan
khususnya dibuat cukup mendekati, bahkan ada adengan salah satu polisi yang
berbahasa Indonesia, walau terdengar bahwa bahasanya tidak fasih bahasa Indonesia.
Secara keseluruhan film
ini sangat menghibur dengan aksi-aksi ala spionase dan juga bagu hantam yang
ringan, dan tidak terlalu gore sampai penuh darah, dengan dialog komedi khas
Ryan Reynold yang kadang mengundang emosi. Gaya serius khas Dwayne Jhonson, dan
acting menggoda ala Gal Gadot. Dan yang menjadi favorit adalah twist-twist yang
dihadirkan dalam cerita membuat penonton akan “lho kok” menyaksikan bagaimana
kisahnya terus berubah.
Jika ada film yang mampu menjelaskan tentang kemiskinan dan
beberapa masalah sosial di beberapa negara berkembang khususnya India, maka
saya akan merekomendasikan film ini,The White Tiger. Film India yang dirilis Januari
2021 ini bisa dibilang cukup gamblang menarasikan bagaimana kemiskinan dan
ketimpangan sosial di India dengan sudut pandang orang pertama.
Film ini bercrita tentang Balram Halwai (Adarsh Gourav), pemuda miskin dari kasta rendah
yang harus bekerja sejak kecil karena kondisi keluarga, walau demikian Balram
merupakan pemuda yang cerdas, hingga dalam suatu kesempatan dia melamar
pekerjaan sebagai supir di keluarga Ashok (Rajkummar Rao) dan Pinky Madam (Priyanka
Chopra). Pasangan Ashok merupakan Anak Tuan tanah pengusaha batubara dari desa
Balram yang sempat tinggal dan berkuliah di Amerika, disana dia bertemu dengan
istrinya Pinky yang merupakan warga Amerika keturunan India. Dari pasangan dengan
pandangan terbuka ini Balram mencoba mengubah nasibnya.
Banyak konflik yang digambarkan dalam film ini, tidak hanya konflik tentang kemiskinan, juga kasta di India, perbedaan budaya dan pandangan, hingga bagaimana konflik antara politisi dan pengusaha pun menjadi bagian cerita yang dibahas secara gamblang. Meskipun flm ini jika dipikir merupakan film yang cukup berat untuk ditonton, tapi film ini juga cukup ringan dihidangkan. Bagaimana diceritakan tentang tokoh Balram mulai dari kecil hingga dia twist di akhir cerita yang menjelaskan mengapa dia menjadi cukup dipandang di masa kini. B
agaimana balram menceritakan budaya dengan perumpamaan laksana ayam dalam kandang.
Film yang diangkat dari buku berjudul sama karya Aravind Adiga ini
mendapat scor tinggi di Rottentomatoes yaitu sekitar 90% Tomatometer dan 80% Audience
Score. dengan banyaknya perbincangan tentang film ini, saya rasa film ini bisa
menjadi film rekomendasi, walau bukan untuk menjadi tontonan keluarga.
Pertengahan Desember akhirnya Marvel menayangkan proyek film
berikutnya setelah sebelumnya Eternals dirilis sekitar dua bulan lalu. Film ini
adalah salah satu yang paling ditunggu karena merupakan sequel dari Film Spiderman (Far From Home) yaitu Spiderman No Way Home. Film ketiga dari Spiderman versi MCU ini kini kembali
diambil alih oleh Sony Picture, dimana di dua film sebelumnya dibuat oleh Disney.
Spoiler Allert
Secara plot alur cerita masih melanjutkan kisah Peter Parker versi Tom Holand yang pada akhir film kedua Misterio (Jake Gyllenhaal) sebelum kematiannya sempat mengunggah
sebuah video kematiannya dan membongkar identitas asli Peter sebagai Spiderman.
Kekacauan ini lah yang menjadi pembuka kisah Peter dimana dia orang-orang
sekelilingnya Bibi May (Marissa Tomey), MJ (Zendaya), dah sahabatnya Ned (Jacob Batalon) menjadi pusat perhatian.
Bahkan mereka berada dalam pengawasan polisi. Orang-orang di lingkungan Peter
(dimana setting cerita kali ini adalah Queens, New York) terbagi menjadi dua,
yaitu yang pro terhadap Spiderman, dan juga orang-orang yang percaya pada Misterio.
Untuk mengembalikan situasi seperti sedia kala ini, maka Peter pun meminta
bantuan kepada Dr. Stephen Stange / Dr. Strange (Benedict Cumberbacth) yang terkenal sebagai penyihir
utama di MCU. Dengan sebuah mantra Dr. Strange mencoba untuk membuat manusia
seluruh dunia melupakan identitas Peter Parker, yang berakhir dengan kegagalan
karena Peter yang terlalu banyak permintaan dalam peroses tersebut. Alhasil bukannya
malah orang-orang melupakan Peter Parker, tapi orang-orang yang mengenal Peter
Parker sebagai spiderman di seluruh multisemesta MCU terpanggil ke Semesta
Peter Parker.
Nostalgia Tiga Spiderman
Film ini benar-benar membuat nostalgia untuk pecinta Spiderman dari era 2000-an, siapa sangka dengan Dr. Strange sebagai kunci
karakter-karakter villain epic Spiderman, dari masa Tobey McGuire, juga dari
Amazing Spiderman, Andrew Garfield. Villain
yang muncul antara lain Dr. Octopus / Otto Octavius (Alfred Molina) dari film Spiderman 2,
Green Goblin versi Norman Osborn (Willem Dafoe) di
Spiderman 1, Marko Flint / Sand Man dari Spiderman 3, juga ada Electro (Jaime foxx) dan
Lizardman dari Amazing Spiderman. Mengembalikan semua villain ini
kesemestanya masing-masing dalam keadaan baik dengan memberi kesempatan kedua
pada mereka, menjadi misi Peter Parker versi Tom Holand yang merupakan Avengers
Termuda, yang diceritakan berada di tahun ketiga SMA-nya, dibantu oleh Bibi May,
pacarnya MJ, dan sahabat baiknya Ned. dan tentu saja di film ini memberi beberapa kejutan
yang ditunggu dan tidak diduga, seperti kemunculan dua spiderman versi sebelumnya,
juga karakter Matt Murdock yang menjadi pengacara Peter Parker versi Tom Holand
disini, sekedar Informasi Matt Murdock adalah karakter heroes marvel yang lebih
dikenal sebagai Dare Davil. Oh ia, tidak lupa saya untuk menyebut karakter J.J.
Thomson sang Bos Daily bugle yang telah muncul dari akhir episode Spiderman Far
From Home Sebelumnya.
Dengan film ketiga spiderman versi Tom Holand dan kembalinya
Spiderman ke Sony, maka kemungkinan untuk kemunculan Tom Holand kembali ke MCU
akan semakin kecil, hal ini semakin dikuatkan dengan akhir yang cukup
menyedihkan untuk Spiderman No Way Home, Film ini juga menjawab Post Credit
Scene film Venom sebelumnya yang diceritakan Eddy Brock / Venom yang berpindah
lokasi ke semesta MCU, apakah di Semesta Venom sendiri akan ada Spiderman yang
muncul nantinya mengingat alur cerita Spiderman
No Way Home sendiri, atau bisa jadi ada bibit Venom yang tertinggal di
semesta Spiderman versi Tom Holand yang akan menjadi Villain Selanjutnya. Bisa
dipastikan film Spiderman No Way Home sendiri akan menjadi pintu untuk film
Marvel berikutnya yaitu Dr, Strange Multiverse of Maddness.
Aaahooi…
Rasanya udah
lama engga menyapa kawan-kawan. Engga review event-event keren di Medan, atau
jalan-jalan dan nyobain jajanan hits kota Medan. Yah, mau bagaimanapun kita
tetap sebagai warga negara yang membantu menjaga masyarakat agar tetap sehat.
Sejak masa awal Covid-19 pemberlakuan PPKM dan juga PSBB maka banyak kegiatan
yang ditunda bahkan dibatalkan. Hal ini juga berdampak banyak pada usaha-usaha
perjalanan, wisata, event, dan lain-lain. walaupun banyak yang terjadi selama
masa PPKM dan mengurangi aktifitas diluar rumah, tetap jaga protocol kesehatan,
menjaga jarak juga menjauhi kerumunan, akhirnya usaha seluruh warga negara
Indonesia memberikan hasil dengan diturunkannya level PPKM khususnya di kota
Medan. Jadi kita bisa berkumpul dan berpetualang kembali. Kabar paling bahagia
buat kita yang sering traveling.
Kabar bahagia lainnya buat kalian yang suka atau pengen traveling ke Medan, dan cari oleh-oleh makanan khas Medan, engga perlu terlalu susah, karena di pusat kota Medan tepatnya Merdeka Walk, udah dibuka toko bolu khas Medan yang ngehits dengan nama-nama khas daerah di Medan. Kalo yang dari Medan udah tau lah bolu mana yang saya maksud, ya, Bolu Toba Medan kini buka store baru tepatnya disamping Mc Donald Merdeka Walk. Jadi buat kalian yang jalan-jalan ke Medan, atau lagi keliling eksplore Medan, sekitar Kesawan, ataupun Kompleks Istana Maimoon, Pajak Ikan, mau pulang naik Kereta Api, atau baru balik dari Pusat Pasar, Sambu dan sekitarnya. Bisa di bilang Bolu Toba Makin dekat dengan kalian.
Figure 1
Store Bolu Toba Merdeka Walk
Kenapa oleh-olehnya harus bolu toba?. Karena bolu toba punya varian rasa yang lebih banyak daripada ragam bolu yang ada di Kota Medan. Varian Bolu Toba Medan diantaranya : Titi Kuning Cheese, Coklat Padang Bulan, Kampung Keling Tiramisu, Japaris Durian, Pancing Hazelnut Oreo, Spikoe. Ditambah sekarang bolu toba punya varian rasa baru yaitu Bolu Gulung 3 Rasa, Bolu Banana Coklat dan keju, serta Bolu Red Velvet, banyak varian, banyak rasa. Apa engga senang kali mamak, bapak, pacar, calon mertua, kawan, sampe bos kalian dikasih oleh-oleh yang rasanya banyak. Kalian minta cuti pun sering-sering bisa dikasih asal jangan lupa bawa bolu Toba.
Menu Bolu Toba, varian baru dan bestseller
Beruntungnya
saya, sebagai salah satu yang dapat mencicipi dan berkunjung ke outlet terbaru
Bolu Toba yang di merdeka walk ini. Walau perjuangannya luar biasa dengan antriannya.
Bukti bahwa bolu toba emang dinanti dan hits di Kota Medan. Merdeka walk
sendiri dikenal sebagai tempat berkumpul dan nongkrong warga kota Medan, dengan
adanya Bolu Toba di sana maka semakin lengkaplah kenikmatan nongkrong di
Merdeka walk. Tidak hanya sebagai oleh-oleh, Bolu Toba enak sebagai
kudapan sambil kumpul, ngobrol, pulang
olahraga, atau pulang bekerja sebagai energy baru di penghunjung hari.
Bicara tentang rasa bolu Toba yang udah berdiri sejak 2018 ini engga perlu diragukan lagi rasanya. Varian barunya Red Velvet, Banana Coklat, dan bolu tiga rasa-nya pun enak, engga kalah lah sama rasa lainnya. Tapi kalo di suruh milih, emang favorit saya adalah bolu pandan tiga rasa, enaknya kalo makan rame-rame, dan saling icip rasa Chocolate, Green Tea, dan Cappuchino-nya. Hmmm… saya penasaran nantinya tiga rasa ini akan di kasih nama daerah mana sama Bolu Toba, biar keliatan lah gitu bolu Tobanya. Tapi kalau kalian masih ragu kalian bisa coba menu bestseller lainnya seperti bolu Coklat Padang Bulan.
Salah satu menu baru Bolu Toba, Bolu tiga rasa
Selain di Merdeka Walk, Bolu toba juga bisa di beli di store lainnya
yaitu di :
Batik Trusmi Medan, Jl. Pangeran Diponegoro No. 20B Madras Hulu, Medan Polonia Kota Medan
Dan pusatnya di Grand Store : Jl. KH. Wahid Hasyimn No. 55 Babura, Medan Baru Kota Medan.
Nah, jika kamu habis berburu
kuliner durian di Wahid Hasyim jangan lupa kamu singgah di Grand Storenya. Atau
jika mau tanya-tanya atau pesan biar engga kecewa pas mau beli, kalian bisa sebelumnya tanya tentang
stock dan promo di whatapp 0811-2444-605.
Ini penting kayaknya, biar engga kayak saya, yang datang terlambat
akhirnya ketinggalan Promo pas opening tanggal 1,2,dan 3 Desember kembali. Dimana
Bolu toba ngadain promo Rp 25.000,- untuk all variant bolunya. Nah biar engga
kayak saya kalian juga harus follow official sosial media Bolu Toba di
Instagram @bolutobamedan biar tau promo-promo dan pengumuman penting lainnya
dari Bolu toba Medan. Jadi engga usah ragu lagi ya, mau beli oleh-oleh, mau hang-out, ya ke Bolu Toba Medan.
Antiran Bolu Toba bukti kelezatannya
