Review dan Sinopsis : Red Notice , Saat Dwayne Jhonson, Ryan Reynold dan Gal Gadot saling Beradu
Pada akhir tahun lalu yaitu sekitar 2021 saya sempat
menonton dua film yang cukup menghibur menurut saya. Alasansaya menonton kedua
film tersebut karena dibintangi oleh dua orang bintang yang cukup saya sukai. Film
tersebut adalah Jungle Cruise yang dibintangi Dwayne Jhonson, dan juga Free Guy
yang dibintangi Ryan Reynold. Keduanya tentu saja sangat dikenal dalam film-film
aksi komedi, khususnya Ryan yang sangat membekas dihati penggemarnya di
Deadpool.
Dari kedua film tersebut terus terang saya lebih menyukai Free Guy karena konsep ceritanya, yaitu tentang NPC (Non Player Caracter) yang tiba-tiba berubah dan memiliki keinginan
sendiri diluar konsep permainan di dunia-nya. yah, mungkin lain waktu bisa kita
bahas keseruan film ini, tapi kali ini yang ingin saya ceritakan adalah sebuah
film Netflix dimana kedua actor ini bertemu, dan ditambah dengan si cantik “Wonder Woman” Gal Gadot,
saya rasa film ini cukup bisa menghibur para fansnya.
Adegan Red Notice : Saat Nolan (Ryan Reynold) dan Jhon (Dwayne Jhonson) bekerja sama mengalahkan The Bishop (Gal Gadot)
Sinopsis :
Red Notice/ permintaan kepada penegak hukum di seluruh
negara dunia untuk membantu mencari dan menangkap seseorang untuk sementara
waktu hingga dilakukan ekstradisi ke negara yang mengirimkan permintaan.
Red Notice bercerita
tentang Agen Jhon Hartley (Dwayne Jhonson) seorang agen khusus FBI yang
mengejar pencuri Telur Emas Cleopatra, Nolan Both (Ryan Rainold). Dimana diceritakan
terdapat tiga telur emas Cleopatra sebagai bukti cinta Kaisar Mark Anthony pada
zaman dahulu. Agen Jhon berhasil menangkap Nolan atas informasi dari The Bishop
(Gal Gadot), tapi kemudian dia di jebak oleh The Bishop dan di Jebloskan oleh
Interpol ke penjara yang sama dengan Nolan. Dari sini Agen Jhon, dan Nolan
berusaha bekerja sama untuk mengejar The Bishop dan mengumpulkan ketiga telur
cleeopatra, dengan tujuan yang berbeda. Jhon untuk membersihkan namanya, sedang
Nolan untuk merebut kembali posisinya sebagai pencuri nomer satu di dunia.
Film ini mengambil
beberapa seting mulai dari Venice, Rusia, Argentina, juga Bali (Indonesia),
walau engga jelas lokasi indonesianya, tapi atribut Swat hingga mobil pasukan
khususnya dibuat cukup mendekati, bahkan ada adengan salah satu polisi yang
berbahasa Indonesia, walau terdengar bahwa bahasanya tidak fasih bahasa Indonesia.
Secara keseluruhan film
ini sangat menghibur dengan aksi-aksi ala spionase dan juga bagu hantam yang
ringan, dan tidak terlalu gore sampai penuh darah, dengan dialog komedi khas
Ryan Reynold yang kadang mengundang emosi. Gaya serius khas Dwayne Jhonson, dan
acting menggoda ala Gal Gadot. Dan yang menjadi favorit adalah twist-twist yang
dihadirkan dalam cerita membuat penonton akan “lho kok” menyaksikan bagaimana
kisahnya terus berubah.

0 Comments