Review dan Sinopsis : Red Notice , Saat Dwayne Jhonson, Ryan Reynold dan Gal Gadot saling Beradu

02.12

Pada akhir tahun lalu yaitu sekitar 2021 saya sempat menonton dua film yang cukup menghibur menurut saya. Alasansaya menonton kedua film tersebut karena dibintangi oleh dua orang bintang yang cukup saya sukai. Film tersebut adalah Jungle Cruise yang dibintangi Dwayne Jhonson, dan juga Free Guy yang dibintangi Ryan Reynold. Keduanya tentu saja sangat dikenal dalam film-film aksi komedi, khususnya Ryan yang sangat membekas dihati penggemarnya di Deadpool.

Dari kedua film tersebut terus terang saya lebih menyukai Free Guy karena konsep ceritanya, yaitu tentang NPC (Non Player Caracter) yang tiba-tiba berubah dan memiliki keinginan sendiri diluar konsep permainan di dunia-nya. yah, mungkin lain waktu bisa kita bahas keseruan film ini, tapi kali ini yang ingin saya ceritakan adalah sebuah film Netflix dimana kedua actor ini bertemu, dan  ditambah dengan si cantik “Wonder Woman” Gal Gadot, saya rasa film ini cukup bisa menghibur para fansnya.


Adegan Red Notice : Saat Nolan (Ryan Reynold) dan Jhon (Dwayne Jhonson) bekerja sama mengalahkan The Bishop (Gal Gadot)

Sinopsis :

Red Notice/ permintaan kepada penegak hukum di seluruh negara dunia untuk membantu mencari dan menangkap seseorang untuk sementara waktu hingga dilakukan ekstradisi ke negara yang mengirimkan permintaan.

Red Notice bercerita tentang Agen Jhon Hartley (Dwayne Jhonson) seorang agen khusus FBI yang mengejar pencuri Telur Emas Cleopatra, Nolan Both (Ryan Rainold). Dimana diceritakan terdapat tiga telur emas Cleopatra sebagai bukti cinta Kaisar Mark Anthony pada zaman dahulu. Agen Jhon berhasil menangkap Nolan atas informasi dari The Bishop (Gal Gadot), tapi kemudian dia di jebak oleh The Bishop dan di Jebloskan oleh Interpol ke penjara yang sama dengan Nolan. Dari sini Agen Jhon, dan Nolan berusaha bekerja sama untuk mengejar The Bishop dan mengumpulkan ketiga telur cleeopatra, dengan tujuan yang berbeda. Jhon untuk membersihkan namanya, sedang Nolan untuk merebut kembali posisinya sebagai pencuri nomer satu di dunia.

Film ini mengambil beberapa seting mulai dari Venice, Rusia, Argentina, juga Bali (Indonesia), walau engga jelas lokasi indonesianya, tapi atribut Swat hingga mobil pasukan khususnya dibuat cukup mendekati, bahkan ada adengan salah satu polisi yang berbahasa Indonesia, walau terdengar bahwa bahasanya tidak fasih bahasa Indonesia.

Secara keseluruhan film ini sangat menghibur dengan aksi-aksi ala spionase dan juga bagu hantam yang ringan, dan tidak terlalu gore sampai penuh darah, dengan dialog komedi khas Ryan Reynold yang kadang mengundang emosi. Gaya serius khas Dwayne Jhonson, dan acting menggoda ala Gal Gadot. Dan yang menjadi favorit adalah twist-twist yang dihadirkan dalam cerita membuat penonton akan “lho kok” menyaksikan bagaimana kisahnya terus berubah.

    

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments