Beberapa waktu lalu pemerintah telah memberi pengumuman bahwa akan Covid-19 akan
menjadi endemi, yang artinya bahwa nantinya kita akan berdampingan dengan virus
corona, karena menganggap bahwa rakyat kita nantinya akan mampu mengendalikan
perkembangan virus tersebut. Walau demikian bukan berarti kita mulai
melonggarkan proteksi kita untuk saling menjaga ya. Di Indonesia sendiri saat
ini kasus baru covid-19 banyak bermunculan, meskipun beberapa waktu lalu sempat
melandai pada bulan ini kembali meningkat tajam, banyaknya varian baru dari
Covid-19 yang terus bermutasi, khususnya Omicron membuat kita harus semakin
menjaga diri untuk mencegah penyebaran wabah ini.
Banyak teman dan kerabat saya
beberapa waktu ini, mengeluh tidak enak badan, dan demam ketika dicek ternyata
hasilnya positif. Dan saya pun beberapa waktu lalu juga merasakan gejala yang
sama, sehingga saya memuutuskan untuk bedrest selama beberapa hari sampai demam
dan flu saya hilang selama saya tidak bekerja, dengan demikian cara saya juga
mencegah penyebaran dari virus ini.
Tetapi hal tersebut tidak selalu
dapat saya lakukan, karena banyak pekerjaan saya yang mengharuskan saya untuk
berinteraksi di luar rumah, bahkan harus keluar kota bersama rekan-rekan
sejawat. Untuk itu kami selalu memakai masker dan sering mencuci tangan agar
tidak mudah tertular dari virus.
Buat saya sendiri hal tersebut
saya rasa tidak cukup, buktinya saya dan teman saya tetap saja jatuh sakit
setelah kembali dari luar kota. Untuk itu saya perlu perlindungan lebih,
khususnya dari dalam tubuh agar penyakit tidak mudah menyerang ke tubuh
kembali.
Memang penggunaan obat-obatan
kimia sering saya gunakan sebagai solusi cepat, tetapi agar menjaga kondisi
tubuh lebih baik, ibu saya selalu mengajarkan saya untuk meminum madu dan
juga ramuan-ramuan herbal dari dapur sendiri seperti, jahe, sereh, kayu manis,
dan lain-lain untuk menjaga daya tahan tubuh agar lebih baik dan menghindari dampang jangka panjang dari bahan kimia.
Madu memang sedari dulu dikenal
dengan banyak manfaat bagi tubuh, cairan kental yang berasal dari lebah dan
memiliki rasa manis ini memiliki banyak senyawa aktif yang baik bagi tubuh.
Seperti dikutip dari alodokter Di
samping gula yang membuatnya terasa manis, madu mengandung banyak sekali
senyawa aktif, seperti vitamin A (retinol), vitamin E (tocopherol),
vitamin K, vitamin B kompleks, vitamin C, serta flavonoid, asam fenolik, dan
karotenoid. Kandungan tersebut juga terdapat pada produk lain yang
dihasilkan lebah, seperti bee pollen. Selain
itu, manfaat madu yang bisa kita peroleh adalah:
1. Menangkal radikal bebas
Senyawa fitonutrien dan sejumlah
vitamin pada madu merupakan antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas
berlebih dalam tubuh. Khasiat madu ini sangat berguna untuk mencegah kerusakan
sel dan jaringan tubuh yang disebabkan oleh aktivitas oksidasi.
2. Meningkatkan imunitas tubuh
Senyawa fitonutrien yang terkandung dalam madu dapat memperkuat sel-sel
imun dalam tubuh. Hal ini tentunya akan memperkecil kemungkinan terjadinya
penyakit infeksi. Ditambah lagi, madu juga diketahui memiliki khasiat sebagai
antibakteri dan antijamur.
3. Meredakan batuk
Rasa madu yang manis dapat memicu
produksi air liur untuk melembapkan tenggorokan yang kering sehingga mengurangi
rasa gatal di tenggorokan dan keinginan untuk batuk. Selain
itu, berbagai antioksidan pada madu juga bermanfaat untuk meredakan peradangan
yang bisa memicu batuk.
4. Mempercepat penyembuhan
luka
Sudah banyak penelitian yang
menyebutkan bahwa madu sangat efektif dalam mempercepat penyembuhan luka.
Madu atau produk yang mengandung madu, misalnya beeswax, diketahui dapat membantu menyingkirkan
jaringan yang mati, membunuh bakteri yang ada pada luka, dan merangsang
pembentukan kulit baru untuk menutup luka.
Jenis-jenis luka yang mungkin
bisa disembuhkan oleh manfaat madu adalah luka bakar, lecet, luka bekas gigitan nyamuk, dan luka diabetes. Namun, perlu diingat bahwa madu yang bisa
digunakan adalah madu yang terjamin steril.
5. Menjaga kesehatan sistem
pencernaan
Sejumlah penelitian menyebutkan
bahwa madu juga merupakan prebiotik, sehingga dapat mendukung pertumbuhan bakteri
baik di dalam usus. Sifat madu ini dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan
sistem pencernaan.
6. Menjaga kesehatan jantung
Senyawa fitonutrien pada madu
diduga bisa meningkatkan kesehatan jantung dengan cara melancarkan aliran darah
dan mencegah terbentuknya aterosklerosis.
Beberapa penelitian juga telah membuktikan bahwa madu dapat menurunkan tekanan
darah serta kadar kolesterol jahat dan lemak dalam darah.
Tidak sulit sebenernya mencari
madu di Medan ini, tapi tetap kita perlu untuk memilih produk madu terbaik
menurut kita, karena tidak jarang berita tentang madu yang telah dicampur dan
tidak alami. Kalau saya saat ini menggunakan madu Al-hafizh, karena madunya
merupakan madu hutan yang berasal dari hutan sumatera. Madu Al-Hafizh berasal
dari lebah Apis Dorsata, jenis lebah liar yang sampai saat ini belum bisa
diternakkan, lebah ini di sumatera biasa tinggal di pohon Sialang yang tumbuh
di hutan sumatera dengan ketinggian bisa mencapai ratusan meter dan berdiameter
hingga dua meter.
| Madu Al-Hafizh, madu asli dari hutan Sumatera |
Untuk meningkatkan daya tahan
tubuh dan mengurangi gejala covid 19 saya sendiri mempunyai resep yang biasa
ibu saya buat untuk saya. Selain dinikmati langsung saya biasa menikmati madu
dengan air rebusan Jahe, dan juga kayu manis. Caranya potong-potong atau parut
sekitar dua centimeter jahe, lalu rebus dengan kayumanis hingga mendidih,
setelah itu disaring dan seduh di gelas, campur sekitar satu sendok makan madu Al-Hafizh
agar memberi rasa manis juga menambah khasiat
minuman, jahe dan kayu manis sendiri dipercaya dapat memberi rasa hangat
di tubuh dan mencegah perkembangan bakteri dan virus, jadi ramuan ini sangat
cocok untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita. Oh ia, biar tambah segar bisa
ditambah dengan sedikit air lemon ya. Silahkan dicoba.
| Teh jahe dan kayu manis yang dicampur madu peningkat imun. |
Oh ia, buat kalian yang mau pesan
madunya bisa cari alamatnya di sini
Kalo mau pesan bisa klik ke abang
Adminnya di sini.

0 Comments