Awal bulan februari ini sebenernya diantara kerjaan dan sakit aku sempat untuk nonton satu film di Bioskop. Yah, cukup hipe lah, walau engga terlalu ngerti kenapa film ini bisa hype banget. Aku sendiri bisa nyangkut buat nonton film ini karena diajak pacar waktu itu. Setelah seminggu penayangan dibioskop akhirnya ada waktu juga buat nonton, dan itu pun kami dapet tiket di waktu malam, karena cari waktu di sore atau udah full, XXI Millenium sendiri yang rumahnya paling dekat dengan saya padahal sudah menyediakan tiga studio, harap dimaklumi juga, karena selama masa covid ini sejak bioskop buka kursi yang tersedia juga dikurangi. Judul film tersebut adalah Kukira Kau Rumah, Hal yang membuat saya tertarik untuk pertama kali dengan film ini adalah judulnya. Sama persis dengan sebuah single hits salah satu band indi yang bernama Amigdala. sekitar dua tahun lalu saya suka mendengar lagu ini, dan pernah masuk playlist wajib di malam-malam tertentu saat malam atau liburan.
Sinopsis : PRAM (Jordy Pranata), seorang pemuda yang kesepian, yang tak dapat bentuk rasa "kasih" dari kedua orang tuanya. Kekosongannya ia isi dengan menciptakan lagu-lagu bagus yang tak pernah didengar siapapun. Sampai kemudian, Pram yang bekerja di sebuah kafe music untuk membuatnya bisa mendapatkan jatah manggung, bertemu dan berkenalan dengan NISKALA (Prilly Latuconsina) , seseorang yang berbeda dari wanita-wanita lainnya dan Niskala juga benar-benar "mendengarnya" benar-benar mendengarnya, namun Pram belum mengetahui bahwa Niskala merupakan ODB (orang dengan bipolar). Namun semenjak Pram akrab dengan Niskala, Niskala jadi menabrak semua aturan yang telah disepakatinya dengan MELA(Unique Priscilla) , ibunya. Semua terasa benar sampai Ketika Pram melihat Niskala diberikan obat penenang oleh IBU dan sahabat niskala, Pram pun baru tahu kalau selama ini, Niskala diam-diam dari ayahnya yang protektif untuk melakukan aktifitasnya sosial dan meraih cita-citanya. Pram dan Niskala adalah dua pemuda yang sama-sama berharap suaranya "Didengar", di dalam segala ketidakseimbangan hidup mereka, mereka menemukan keseimbangan itu saat saling mengisi satu sama lain. Di awal film saya menemukan bahwa film ini cukup menarik, khususnya dari narasi yang dibangun Pram tentang Niskala. “Namanya Niskala, dia percaya bahwa dia bisa terbang, yang menarik dari Niskala itu senyumnya, senyumnya bisa menular, tapi bukan hanya senyumnya, tangisnya juga” Yah, saya sedikit lupa bagaimana detail dari dialog ini, tapi dialok ini memberi kesan yang bagus di awal film. Secara keseluruhan alur film ini gampang ditebak, dan bagaimana formulasi tiap karakter menciptakan certa yang kuat menurut saya, Prilly sendiri sebagai Niskala mampu membuat chemistry dengan Jordy yang menurut saya juga masih baru saya kenal sebagai actor utama walau sebelumnya, mungkin ini lah kemampuan Prilly yang hampir tiap drama dan film selalu mampu membuat chemistry dengan lawan main. Walau demikian entah kenapa saya lebih menyukai karakter Dinda (Shenina Cinnamon)disini, salah satu dari dua teman dekat Niskala selain Octavianus (Laim Waode). Belakangan saya baru tahu kalau Shenina merupakan pemeran utama dari film Penyalin Cahaya 2021 dan juga mendapat Nominasi pemeran utama wanita terbaik piala Citra 2021. Film ini cukup menyenangkan untuk ditonton walau membuat mood naik turun, yah saya rasa cukup wajar secara ini adalah film bergendre drama, cukup bangga dengan Umay Shihab yang saya kira cukup muda tapi mampu membuat film ini cukup sukses, dan juga ending yang mencengangkan. Sampai jumpa lagi di bioskop.

0 Comments