Ada yang pernah dengar Europe on
screen? Buat yang belum tahu Europe On Screen adalah festival film tahunan yang
dilaksanakan di Indonesia atas kerjasama banyak pihak antara lain media lokal,
luar, beberapa keduataan negara eropa, lembaga Bahasa asing khususnya Eropa,
dan masih banyak lagi. Tahun 2019 merupakan tahun ke-19 festival film Eropa
terbesar di Indonesia ini diselenggarakan.
Tahun ini ada sekitar 100 film
lebih yang ditayangkan, dan berasal dari 27 negara selama 13 hari di 19 venue
yang tersebar di 8 kota antara lain, Jakarta, Bekasi, Tanggerang, Bandung,
Denpasar, Yogyakarta, Surabaya, juga Medan.
Untuk Medan sendiri event ini
dilaksanakan pada tanggal 22-28 April yang bertempat di Maple Theather Aston dan
bekerja sama dengan Alliance Francaise (AF) Medan, yang merupakan lembaga
bahasa Prancis di sumatera yang juga bekerja sama dengan Institut Francaise
Indonesia di Jakarta. Tapi sayang sekali dari sekitar 101 satu film yang ada
Medan hanya mendapat jatah 9 film, tapi jangan khawatir karena film-film yang
diputar juga merupakan film-film yang sangat menarik karena merupakan film-film
festival yang mendapat banyak pujian antara lain :
1. Sameblod
(Sami Blood)
Swedia /2016.
Film berkisah tentang Orang Sami kelompok etnik minooritas di Skandinavia dan
tentang Elle-Maria dan adiknya yang bersekolah di sebuah sekolah asrama yang
mendeskriminasi orang sami. Bersetting pada tahun 1030-an dimana mereka pada masyarakat
itu percaya orang Sami merupakan spesies
yang lebih rendah dari manusia.
2. Ali
and Nino
Azerbaijan/
2016. Kali ini merupakan kisah romance antara dua budaya antara Ali, seorang
muslim dari keluarga terpandang di Baku, dan Nino, seorang Wanita kristen dari
Georgia, dimana mereka menentang keluarga masing masing dan menikah diam-diam,
cinta mereka di uji, bahkan sampai masa perang dunia I dimana mereka harus
menghadapi perbedaan masing-masing.
3. In
The Aisles
Jerman/2018.
Berkisah tentang Christian yang penyendiri dan memulai bekerja di sebuah
supermarket. Hari-hari di lorong tak berujung, gudang dan mesin-mesin
pengangkat barang menjadi ringan saat ia berteman danjatuuh cinta dengan Marion
yang sudah menikah.
4. The
Charmer
Denmark /2017.
Esmail seorang pria tampan imigran Iran yang memulai kehabisan waktu sebelum
dirinya di deportasi. Hal ini memaksa dirinya untuk merayu wanita-wanita
Denmark yang mampu membantunya memperoleh kewarganegaraan tersebut. diapun
jatuh cinta tetapi masalalu yang kelam kembali menghantuinya.
5.
We Need Your Vote
Perancis / 2018. Arnold, seorang staf muda
yang belum berpengalaman bergabung dengan tim komunikasi calon presiden yang
dikelola oleh Agnes yang kejam. Meskipun pengalamannya sedikit, ia dengan cepat
menghadapi persaingan dan liciknya kampanye politik bahkan ia jatuh cinta pada
agnes.
Menurut Vincent Guerend, Duta Besar Uni
Eropa untuk Indonesia “Europe On Screen 2019, memberi fokus pada masalah
lingkungan hidup, sekaligus merayakan 100 tahun gaya arsitektur Jerman Bauhaus
dan mengenang Bernando Bertolucci, sutradara ternama asal Italia.
Nah, buat kalian yang berminat untuk datang
ke festival Europe On Screen tahun depan ada beberapa saran dari aku yang harus
di perhatikan.
1.
Film yang diputar menggunakan subtitle bahasa
Inggris, karena ini adalah film-flm eropa dengan bahasa asli dari negara
masing-masing, maka subtitle yang digunakan merupakan sub International. Jadi
buat yang sedikit susah menerjemahkan, mulai-mulai deh ya, perbanyak vocab kamu
biar engga gagal paham dengan isi cerita.
2.
Perhatikan rating (12+ , !7 +, atau 21 +).
karena ini adalah film festifal maka ada beberapa fil yang memang menayangkan
beberapa adegan yang cukup diwaspadai, antara lain adegan kekerasan, seks, juga
beberapa scene yang tidak selayaknya diihat oleh anak dibawah umur.
3.
On time, film yang diputar biasanya tepat waktu,
seperti kebiasaan AF Medan dengan CineClub-nya yang juga biasa di putar setiap
sabtu kedua dan keempat setiap bulan.
4.
Reservasi, nah bagi yang mau nonton biasanya
tiket akan dibagi gratis, tapi karena seat terbatas ada baiknya kalian
reservasi dulu ya biar kebagian.
Jadi see you Again at EoS 2020.

0 Comments