Joker, Siapa yang
tidak kenal karakter villain dari komik DC. Joker menjadi salah satu villain utama
dalam cerita Batman. Dimana Joker merupakan salah satu tokoh kriminal paling
berbahaya di Gotham.
Karakter Joker yang bukan hanya penjahat biasa bahkan tanpa
kekuatan super atau senjata super, tapi merupakan penjahat dengan kelainan Jiwa
dan Mental mungkin menjadi alasan kenapa akhirnya Warner Bros dan DC sangat
tertarik untuk membawa Joker dalam sebuah cerita sendiri.
Joker sendiri merupakan kisah awal Arthur Fleck (Joaquin
Phoenix). Arthur merupakan merupakan seorang badut yang tinggal di kota Gotham
yang juga kita tahu bahwa Gotham merupakan kota asal Batman dimana memang
memiliki tingat criminal yang tinggi. Bahkan di adegan pembuka kita akan melihat
“sang badut” di hajar tanpa sebab jelas oleh beberapa preman.
Sejak awal cerita Arthur memang diperkenalkan sebagai pasien
gangguan kejiwaan dengan kelainan saraf, dimana dia tidak dapat mengontol emosi
tawa nya sehingga dalam berbagai emosi dan tempat yang salah dia akan tertawa. Kondisi
ini sendiri bukan hal fiksi, ini dikenal dengan Pseudobulbar Affect (PBA).
Penderita PBA biasa tidak mampu mengendalikan emosi tawa atau tangis, dan
ekspresi wajah yang tak sesuai dengan emosi. Bahkan Arthur juga mengalami
skizofrenia sehingga kadang juga mengalami halusinasi.
Kegilaan joker bukan hanya berasal dari kelainannya tapi
juga lingkungan yang membuatnya semakin gila. Kekerasan yang diterimanya, sejak
kecil, dirawat oleh wanita yang juga memiliki kelainan jiwa, juga pandangan
aneh terhadap dirinya yang kemudian menciptakan karakter Joker dalam dirinya. Yang
akhirnya tak mampu membendung “Monster” dalam dirinya.
Bahkan dalam film Joker, sang Badut menjadi “pahwalan”
terhadap ketidakpuasan masyarakat bawah kepada kaum elit Gotham, hingga
memancing kerusuhan juga kematian orang tua Bruce Waine.
Joker 2019 mungkin sangat berbeda dari joker versi terakhir
yang diperankan Jared Leto yang pernah muncul di Suicide Squad. Bahkan lebih
mirip dengan Joker versi Heath Ledger yang sering disebut sebagai versi Joker
terbaik.
Film karya Todd Philips ini jelas bukan film super heroes
atau villain yang aman di tonton seperti karya komik DC umumnya untuk
anak-anak, bahkan bisa dibilang film ini mampu membawa kegilaan dan
kegelisahannya sendiri ke hadapan penonton, wajar rasanya jika film ini
mendapat banyak komentar positif.


0 Comments