Bulan November, rasanya engga ada yang paling ditunggu bagi penggemar Marvel selain film Eternals, walaupun di beberapa kota tiga film Marvel diputar hampir bersamaan, mulai dari Tsang-Chi yang sudah mulai di tayangkan di bioskop sejak awal Oktober sejak dibukanya kembali bioskop pasca PPKM turun level, lalu Eternal yang baru saja beberapa minggu di tayangkan di Bioskop Indonesia, serta Venom yang diproduksi Sony Marvel, tentu saja Venom saat ini belum masuk ke dalam jagad MCU (Marvel cinematic Universe) walau jika melihat credit scene yang diputar di ending film bau-bau Venom muncul di MCU semakin besar.
Setahun lalu saat cast nya mulai di umumkan bos MCU Kevin
Feige, sebenernya saya berharap ini akan
jadi film yang sangat besar mengingat cast-cast nya sangat dikenal, daripada Tsang-chi,
namun setelah menonton Tsang-Chi and The Legend Of Ten Rings, dan melihat
beberapa review kritikus rasanya saya tidak terlalu berharap lagi film ini akan
semenarik Tsang-chi.
Penampilan Tsang-Chi bisa dibilang sangat apik dengan
koreografi fighting yang cukup real khas
bintang-bintang beladiri asia seperti Jacky
Chan, Donny Yen, atau Jet Lee. Film ini juga menghadirkan adegan-adegan yang
cukup ringan dengan alur yang gampang ditebak. Sedangkan Eternals, dengan
banyaknya cast yang ditampilkan menunjukkan sebuah konflik sendiri dalam
cerita.
Eternals diceritakan merupakan sekelompok pahlawan yang
dikirim oleh Celestial Arisheim ke Bumi ribuan tahun sebelum masa kini untuk
melawan ras Deviant yang merupakan monster yang diutus untuk menyerang mahluk
hidup di Bumi. Terdapat 10 eternals yang dikirim ke Bumi yang dipimpin oleh
Ajak/ Ajax (Salma Hayek) yang mampu menyembuhkan Eternals dan juga mahluk hidup
lain, lalu ada Icaris (Richard Madden) yang mampu terbang dan mengeluarkan
laser di matanya, Sersi (Gemma Chan) dengan kemampuan mengubah elemen seperti
batu, logam, bahkan tanpa disengaja mampu mengubah mahluk lain menjadi sesuatu
yang diinginkan, Druig (Barry Koeghan) yang mampu mengubah dan memanipulasi pikiran,
Thena (Angelina Jolie) yang dianggap yang ahli bertempur dengan senjatanya,
Gilgamesh (Ma Dong Seok) Yang paling kuat dengan kekuatan fisiknya, Kingo (Kumail
Ninjani ) yang mampu mengeluarkan tembakan
energy dengan tangan kosong. Sprite (Lia McHugh) yang memiliki tubuh paling
kecil, dan ahli ilusi juga manipulasi, Phastos (Brian Tyree Hendry) yang memiliki
kemampuan mencipta dan ahli teknologi, dan Makkari (Lauren Lidroff) yang
memiliki kecepatan super.
Jika konflik keluarga pada tsang-chi mudah dimengerti, maka “keluarga” Eternal dengan sejarah panjangnya di Bumi bisa dibilang cukup kompleks, setiap
karakter memiliki konflik sendiri dengan sejarah ribuan tahun mereka di Bumi,
walaupun kisah ini lebih berfokus pada karakter Sersi dan Icarus. Konflik yang terdapat pada tiap Eternal dirasa wajar jika ada yang bingung dengan alurnya
yang cukup berat dan saya rasa terlalu singkat.
Jika kalian pernah mengikuti Eternals versi komik atau
mencari tau versi komik maka banyak perubahan pada karakter para Eternal bumi
ini. Mulai dari beberapa karakter yang digambarkan sebagai pria versi komic
diganti menjadi wanita pada castnya, yaitu Ajak, Makari dan Spite. Penggantian
ini kemungkinan adalah peran dari Cloe Zhao selaku sutradara yang memenangkan
banyak penghargaan tahun lalu melalui Nomadland (2020). Cloe Zhao memberi
sentuhan feminisnya dalam film ini. Sehingga kekuatannya lebih pada konflik
cerita bukan dari aksi yang ditampilkan. Pemilihan karakter Makari yang
diprankan oleh actor disabilitas tuli, phastos yang diceritakan pada masa kini
memiliki keluarga dari pasangan sejenis, hingga sersi yang notabene kekuatannya
bukan petarung fisik menjadi sentra utama dalam cerita, hingga alur kisah bahwa
yang mereka lawan dalam kisah ini bukan hanya, deviant, tetapi juga teman,
bahkan Celestial sang pencipta mereka. sepertinya Zhao ingin menyampaikan pesan tertentu dari film ini.
Misteri-misteri dalam Eternals
Banyak yang bertanya, jika Eternals adalah mahluk yang sudah
hidup sejak ribuan tahun, mengapa pada perang Evengers melawan Thanos mereka tidaak
hadir, maka jawaban tersebut akan dijawab di film ini. Dan film ini juga akan
membawa kita pada misteri-misteri lain yang kita tunggu jawabannya. Beberapa teori
yang sedang saya fikirkan adalah kaitan antara credit scene antara kapten
marvel, eric Banner, dan juga Tsang Chi tentang asal teknologi dari ten ring,
yang ternyata mirip dengan kemampuan bertarung Phastos, juga Karakter-Karekter Marvel Hero lain yang muncul secara sekilas, yaitu Eros, yang diperkirakan akan
menjadi anggota Eternal berikutnya juga rahasia kekasih Sersi masa kini Dane
Whitman yang dalam komik merupakan Black Knight. Walau di credit tittle dane
ingin mengungkapkan rahasianya, tapi sepertinya Sersi telah mengetahui rahasia
keluarga Dane, karna Sersi sempat meminta Dane menghubungi pamannya yang merupakan
pewaris Ebony Blade. Juga Kemunculan Starfox Eros di ccredit scene lainnya. Bisa
jadi pada film berikutnya karakter Eternal akan muncul juga di Guardian Of
Galaxy berikutnya sebelum kemunculan mereka di film Avenger ke 4. Well, mari
kita tunggu saja aksi para Eternals di film Marvel berikutnya.

0 Comments